Abrar Munanda Tegaskan ASN Harus Mampu Mengoperasikan Aplikasi Pusaka dan Srikandi

Abrar Munanda Tegaskan ASN Harus Mampu Mengoperasikan Aplikasi Pusaka dan Srikandi

Painan, Humas -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan sosialisasikan sistem pemerintahan berbasis elektronik berupa Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan aplikasi Pusaka SuperApps, Selasa (31/1/2023) di aula kantor setempat.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh para pejabat eselon IV, fungsional dan pelaksana, serta pegawai Non PNS di lingkungan Kemenag Pessel.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Abrar Munanda dalam arahannya mengatakan, Srikandi merupakan aplikasi dari Kemenpan RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis.

"Penerapan aplikasi Srikandi pada Kementerian Agama sangat penting. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi dari program prioritas Kementerian Agama dalam rangka Transformasi Digital," kata Abrar.

Kakan kemenag berharap dengan adanya perubahan tata persuratan dan kearsipan dari manual ke digital yang sesuai dengan tuntutan reformasi birokrasi, mudah-mudahan dapat dicapai penataan arsip yang memadai dan berkualitas di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan.

Terkait dengan aplikasi Pusaka SuperApps yang saat ini sedang dikembangkan oleh Kementerian Agama, Abrar Munanda mengatakan, aplikasi Pusaka merupakan aplikasi resmi yang diluncurkan oleh Kementerian Agama dan merupakan sistem informasi satu pintu yang menghadirkan berbagai fitur layanan online Kementerian Agama untuk ASN Kemenag dan masyarakat.

"Aplikasi ini telah disosialisasikan dari bulan Oktober 2022 lalu," ujar Abrar Munanda.

Dihadapan peserta sosialisasi, Abrar Munanda menegaskan bahwa seluruh ASN Kementerian Agama harus mampu mengoperasikan aplikasi Pusaka karena ada keterkaitan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Kasubbag TU, Yossef Yuda mengatakan, dalam pelaksanaannya Srikandi dapat dipantau kapan saja dan dimana saja karena sudah terintegrasi sepenuhnya dan terdapat fitur Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang memudahkan pimpinan dalam menandatangani setiap berkas secara digital.

"Ini akan lebih memudahkan kita dalam hal tata naskah penulisan surat, karena tidak akan ada perbedaan format dalam penulisan surat dari masing-masing seksi," ujar Yossef.

Selanjutnya simulasi pemakaian aplikasi Srikandi dipandu Fungsional Pranata Komputer Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Pramana Yuda Sayeti, yang diikuti oleh seluruh peserta.

Pramana Yuda Sayeti menjelaskan bahwa, aplikasi Srikandi merupakan aplikasi yang dibangun dengan kerjasama antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

Pada kesempatan itu Pramana Yuda juga mengatakan dasar hukum penggunaan aplikasi Srikandi di Kementerian Agama yakni, Keputusan Menteri Agama Nomor 788 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Kementerian Agama.

"Selanjutnya Keputusan Menteri Agama Nomor 848 Tahun 2022 dan SE Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 31 Tahun 2022 tentang penggunaan Aplikasi Srikandi pada Kementerian Agama," kata Pramana Yuda.

Sementara itu Analis SDM, Jarmil menerangkan, pada aplikasi Pusaka untuk internal Kementerian Agama sudah terintegrasi dengan data kepegawaian, sehingga pegawai bisa masuk ke dalam aplikasi Pusaka dengan akses masuk yang sama dengan aplikasi kepegawaian Simpeg masing-masing pegawai.

Lebih lanjut dikatakan terkait dengan fitur kehadiran kerja PNS yang terdapat di dalam aplikasi, Jarmil mengatakan, paling lambat Juni 2023 presensi online sudah terintegrasi secara penuh dengan aplikasi pusaka. (zn)