Tim Pokja RB Setjen Kemenag RI Lakukan Pendampingan ZI-WBK di Kankemenag Pessel

Tim Pokja RB Setjen Kemenag RI Lakukan Pendampingan ZI-WBK di Kankemenag Pessel

Painan, Humas -- Melihat letak geografis Kabupaten Pesisir Selatan yang cukup luas dan panjang, dan pelayanan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan yang masih belum maksimal, begitu juga dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang masih bersifat offline. 

Maka dengan hadirnya delapan program inovasi pelayanan tersebut, berharap akan dapat meningkatkan lagi pelayanan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, H. Abrar Munanda ketika menyampaikan sambutannya di hadapan Tim Biro Ortala Kemenag RI.

Pada kesempatan tersebut Kakan kemenag memaparkan tentang delapan inovasi pelayanan publik Kantor Kemenag Pessel.

Delapan program inovasi yang telah dilaunching tersebut adalah, yang pertama sistem informasi manajemen pelayanan unggul sepenuh hati atau disebut dengan Simpul Sehati.

"Ini adalah pelayanan publik berbasis online dalam beberapa jenis dan menu layanan. Program ini akan memberikan pelayanan online dalam hal informasi pendidikan Islam, tunjangan dan sertifikasi guru dan pelayanan online dalam pelaporan tugas-tugas penyuluh non pns, kemudian juga untuk konsultasi hal-hal yang terkait dengan keagamaan, konsultasi wakaf, haji dan lainnya," jelasnya.

"Kemudian program yang kedua yaitu, jenguk, dengar dan layani jemaah haji sepenuh hati yang disingkat dengan Jendela Hati, pada program ini petugas haji akan mengadakan kunjungan ke para jemaah untuk bersilaturahmi, serta memberikan bimbingan manasik haji, baik secara tatap muka maupun secara online yang dilakukan melalui siaran langsung radio resmi pemerintah daerah yaitu Langkisau FM," jelas kakan kemenag.

"Terlebih khusus lagi, materinya akan disajikan selain menggunakan bahasa Indonesia, juga menggunakan bahasa Minang dan bahasa Jawa, karena di bagian selatan Pesisir  Selatan ini banyak penduduknya yang berasal dari pulau Jawa, dan ini semua dilakukan tanpa ada biaya sepersen pun," tambah kakan kemenag.

Kemudian program selanjutnya yang ketiga adalah KUA Sehat. Sehat dalam hal ini tidak saja fisik, tapi juga adalah akronim dari simpel, efisien, humanis, akuntabel dan transparan di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada setiap KUA kecamatan.

Selanjutnya yang keempat adalah program Mis D' Lima, yakni minta satu dapat lima. Biasanya orang berurusan ke KUA yang diminta hanya satu, yaitu buku nikah. Namun pada program ini KUA akan memberikan lima, dengan tambahan kartu nikah, sertifikat kursus bimbingan perkawinan, KTP dan kartu keluarga dengan status baru setelah menikah.

Selanjutnya program yang kelima yaitu gerakan cinta alqur'an atau Gentaqu pada madrasah dan pondok pesantren. Disini ada program tahfizh alqur'an dan juga program menulis mushaf alqur'an secara serentak pada waktu yang sama pada madrasah dan pondok pesantren se-Kabupaten Pesisir Selatan.

Kemudian program yang keenam adalah guru tamu pada madrasah dan pondok pesantren atau Gutamatren. Pada program ini akan didatangkan para ahli, para pelaku usaha dan tokoh-tokoh yang mempunyai life skill untuk dapat memberikan motivasi pencerahan kepada siswa madrasah dan pondok pesantren. 

Ketujuh, adalah program gerakan dua meter kanan kiri dan belakang harus bersih, disebut juga dengan gerakan Dua Kaki Debe. Program ini adalah untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan madrasah dan pondok pesantren, serta di jajaran kementerian agama kabupaten pesisir selatan, dan juga berguna untuk memutus pandemi Covid-19 di Pesisir Selatan.

Terakhir adalah program Datuk Pessel disebut dengan data terintegrasi unggul kementerian agama pesisir selatan.

"Data sangat penting di dalam segala hal dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Dengan berbasiskan data yang valid, akan memudahkan dalam menyusun anggaran mengambil kebijakan dan juga di dalam memberikan pelayanan-pelayanan data kepada masyarakat," lanjut kakan kemenag.

Kakan kemenag menambahkan dalam mendukung delapan program inovasi unggulan tersebut, saat ini Kankemenag Pessel juga tengah mempersiapkan satu unit mobil dinas yang kita modifikasi menjadi kendaraan operasional pelayanan publik.

Sementara itu Tim Pokja Reformasi Birokrasi yang diwakili oleh Kepala Bagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi dan Pelaporan Setjen Kementerian Agama RI, Kartika Darmawanti mengatakan, "Dari delapan inovasi yang disampaikan oleh kakan kemenag tadi, merupakan inovasi yang hanya baru ada di Kemenag Pessel," ungkapnya.

"Ini luar biasa program yang diluncurkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, dan ini akan dijadikan suspect reform, dan kalau memang seperti ini adanya, Kemenag Pessel sangat pantas diberikan penghargaan dari menteri agama," lanjut Kabag Fasilitasi Reformasi Birokrasi dan Pelaporan," lanjutnya.

"Ibarat orang yang jualan, kami sudah mencium aroma perubahan di Kemenag Pessel sebelumnya, semua jualannya sudah ada di kanal youtube, sehingga siapapun dengan mudah bisa mendeteksi, hingga kami juga bisa menjualnya nanti kepada Menpan RB," tambah Kartika.

"Kami menangkap dari perubahan-perubahan yang telah dilakukan oleh Kankemenag Pessel adalah merupakan perubahan-perubahan kecil untuk menuju perubahan yang lebih besar," ujarnya.

"Terus gaungkan, karena program inovasi tersebut harus selalu dipromosikan, agar masyarakat mengetahui tentang program-program yang kita buat, ini bisa oleh agen-agen perubahan, karena agen perubahan itu merupakan garda terdepannya kementerian agama," lanjutnya lagi.

"Lakukanlah perubahan, sebelum perubahan itu menggilas kita semua, sebab kalau sudah digilas oleh perubahan maka kita akan ketinggalan zaman, dan jangan sampai zaman mengendalikan kita, tetapi kitalah yang harus mengendalikan zaman tersebut," tambah Kartika.

Kartika Darmawanti juga mengatakan, siapapun pemimpin kita nantinya, tetap harus menjaga sistem yang sudah dibangun oleh pemimpin yang sebelumnya, karena inovasi itu bukan hanya datangnya dari seorang pimpinan.

Setelah pemaparan, Tim Pokja Reformasi Birokrasi Setjen Kemenag RI langsung melakukan pemeriksaan dan memverifikasi atas eviden-eviden yang telah dicapai pada semester sebelumnya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan, sekaligus evaluasi pada pokja perubahan manajemen. (zn)