Wakili Kakankemenag, Kasi Penmad Tekankan Pentingnya Akreditasi RA

Wakili Kakankemenag, Kasi Penmad Tekankan Pentingnya Akreditasi RA

Painan, Humas -- Dalam rangka persiapan pelaksanaan Akreditasi Raudhatul Athfal (RA), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pesisir Selatan melakukan sosialisasi dan pendampingan Akretditasi lembaga tingkat RA di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (19/5/2023).

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Sumardi dalam sambutannya mengatakan, saat ini dari 73 RA yang ada di Pesisir Selatan, terdapat 53 RA yg terakreditasi, dan itu banyak yang sudah habis masa berlakunya, sehingga sangat perlu diperpanjang lagi.

"Untuk akreditasi ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, kita berharap kepada peserta untuk fokus menerima apa yang disampaikan oleh Asesor dari BAN PAUD dan PNF Sumatera Barat," kata Sumardi.

Lebih lanjut dikatakan, akreditasi sangat penting, karena bisa jadi nanti persyaratan RA penerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) akan dikaitkan dengan akreditasi.

"Oleh karena itu kita Kementerian Agama, khususnya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan mendukung sepenuhnya percepatan akreditasi RA di Pesisir Selatan demi untuk meningkatkan kualitas dan mutu penyelenggaraan RA di Sumatera Barat," ujar Sumardi.

Ketua IGRA Kabupaten Pesisir Selatan, Endrayani mengatakan, ada sekitar 11 RA lagi yang akan diakreditasi dalam waktu dekat yang hari ini di lakukan pendampingan dari Tim BAN PAUD dan PNF Sumatera Barat.

Sementara itu sosialisasi yang diikuti oleh seluruh RA se-Kabupaten Pesisir Selatan, dengan menghadirkan narasumber dalam kegiatan ini adalah Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Formal (BAN PAUD dan PNF) Sumatera Barat, Rahma Yeni dan Jumaini.

Rahma Yeni menjelaskan, Akreditasi PAUD dan PNF adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan program dan satuan PAUD dan PNF berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk memberikan penjaminan mutu pendidikan. 

"Salah satu tujuan akreditasi adalah meningkatkan mutu lembaga pendidikan," ungkapnya.

Dikatakan Rahma Yeni, akreditasi saat ini tidak lagi berbasis dokumen, karena tinggal input saja pada aplikasi Sispena, tetapi bagaimana performance guru dalam melakukan pengembangan terhadap anak didik.

"Ada lima persyaratan untuk akreditasi, yakni surat permohonan akreditasi, izin operasional, data jumlah peserta didik, sertifikat pendidik atau sertifikat pelatihan, kemudian KTSP," jelas Rahma Yeni.

Kemudian yang harus disiapkan lembaga untuk akreditasi kata Rahma Yeni, mengikuti sosialisasi, mengajukan permohonan di aplikasi sispena, kemudian menyiapkan dokumen standar.

"Akreditasi harus memenuhi 8 Standar Nasional, meliputi Standar tingkat lencapaian anak, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan Standar pembiayaan," ujarnya. (zn)